Omset Pendapatan Biro Jasa Umrah RI Berkurang Rp. 2,5 T Saat Ramadhan Karena Larangan Ke Arab Saudai Bagi WNI

Jakarta - Hingga pertengahan Ramadhan 2021 belum ada tanda-tanda pembukaan aktivitas umrah bagi jemaah Indonesia.

Informasi terbaru menyatakan, pemerintah Arab Saudi mulai membuka penerbangan internasional mulai 17 Mei 2021, namun Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang diizinkan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri), Firman M Nur mengatakan, kondisi ini membuat pelaku usaha terpukul.

Sebab, biasanya momen Ramadhan dan Lebaran merupakan optimal period atau banjir jemaah umrah.

"Cukup terpukul makanya kami di asosiasi melakukan diversifikasi usaha," katanya kepada kumparan, Selasa (27/4).

Menurut catatannya, pada saat musim Ramadhan dan Lebaran setidaknya terdapat 100-150 ribu jemaah umrah yang berangkat. Namun, pada tahun ini benar-benar tak ada pemasukan melalui ibadah idaman setiap umat muslim tersebut.

"Jadi masa peak period umrah itu di akhir tahun bulan Desember karena liburan sekolah dan Ramadhan. Dari siklus 1,2 juta per tahun. 100-150 ribu Ramadhan, minimal harga sekitar Rp 2,5 triliun (pendapatan)," ungkapnya.

Hingga kini Firman belum mengetahui seberapa lama masa kebijakan pemerintah Saudi mengenai pembukaan umrah. Ia berharap pemerintah tidak hanya sekadar menunggu saja, melainkan melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi supaya ibadah umrah dan haji kembali dibuka.

"Haji belum ada keputusan tentang berapa kuota, kita berharap pemerintah lobi untuk diberi kesempatan Indonesia jemaah haji," jelasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasutri Keluarga TNI Tewas Usai Melompat Dari Ketinggian Lantai 6 di Hotel Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa Skala 7,4 M Mengguncang NTT, Warga Diminta Waspada Gempa Susulan

Kemendagri Menanggapi Dan Turun Langsung Bahas Permasalahan Warga Terkait Jalan Rusak di Kudus