Mayat Palsu Bekas Festival Hollowen di Kira Asli Oleh Tetangga, Rumah Seorang Ibu Dikepung Polisi
Seorang perempuan kaget ketika mendapati polisi sudah mengepung rumahnya. Penyebabnya, mayat palsu untuk dekorasi halloween dikira asli oleh tetangga yang kemudian menghubungi polisi.
Mengutip News18, peristiwa yang terjadi di Houghton Regis, Bedfordshire, Inggris, dialami seorang perempuan bernama Cara Louise. Kala itu, ia beberes rumah dan mengeluarkan mayat palsu milik putranya yang digunakan untuk dekorasi Halloween.
Hanya saja, perempuan berusia 28 tahun tersebut teringat harus menjemput putra sulungnya di sekolah. Alhasil, ia lupa memindahkan mayat-mayatan halloween, dibiarkan tergeletak begitu saja di halaman rumah.
Begitu kembali dari menjemput sang anak, Louise kaget di rumahnya sudah ada 10 polisi. Disebutkan, para polisi itu mengepung rumahnya usai mendapat laporan dari tiga orang tetangga, diduga khawatir melihat bungkusan seperti jenazah.
" Sesampainya saya di rumah dari sekolah, dua mobil polisi keluar dari rumah saya. Saya keluar mobil, lalu bercanda ke tetangga sambil bilang 'apa yang kamu lakukan?' dan barulah saya diberi tahu polisi itu ke rumah saya," kata Louise.
Dari tetangga itulah Louise tahu penyebabnya, yakni kantong mayat-mayatan dekorasi halloween yang dibiarkannya tergeletak di pekarangan rumah. Alhasil, para tetangga yang khawatir jadi menelpon polisi.
Awalnya polisi masih curiga, tapi kemudian Louise menjelaskan bahwa kantung tersebut hanya berisi boneka. Ia kemudian bertanya-tanya, bagaimana orang menduga bahwa kantung dengan kaki sekecil tersebut berisi mayat.
" Mungkin saja (kakinya) sudah dipotong," kata polisi yang kemudian dibalas dengan nada sindiran oleh Louise, "Sudah cek tong sampah?" lalu dibalas lagi oleh para polisi, "haruskah kita (mengecek tong sampah)?".
Mengetahui isi kantong tersebut bukanlah mayat sungguhan, polisi kemudian meminta Louise untuk membuangnya.
Namun, ibu dua anak tersebut menolak dan mengatakan ingin menyimpannya untuk halloween tahun depan. Terlebih, disebut oleh Louise bahwa anaknya suka dengan mayat-mayatan itu.
" Anak saya yang berusia lima tahun berdiri, memberi tahu mereka (polisi) betapa dia sangat menyukai Halloween dan kami tidak mau membuang mayat-mayatan karena dia menyukainya," ujar Louise menutup berita viral tersebut.
Mengutip News18, peristiwa yang terjadi di Houghton Regis, Bedfordshire, Inggris, dialami seorang perempuan bernama Cara Louise. Kala itu, ia beberes rumah dan mengeluarkan mayat palsu milik putranya yang digunakan untuk dekorasi Halloween.
Hanya saja, perempuan berusia 28 tahun tersebut teringat harus menjemput putra sulungnya di sekolah. Alhasil, ia lupa memindahkan mayat-mayatan halloween, dibiarkan tergeletak begitu saja di halaman rumah.
Begitu kembali dari menjemput sang anak, Louise kaget di rumahnya sudah ada 10 polisi. Disebutkan, para polisi itu mengepung rumahnya usai mendapat laporan dari tiga orang tetangga, diduga khawatir melihat bungkusan seperti jenazah.
" Sesampainya saya di rumah dari sekolah, dua mobil polisi keluar dari rumah saya. Saya keluar mobil, lalu bercanda ke tetangga sambil bilang 'apa yang kamu lakukan?' dan barulah saya diberi tahu polisi itu ke rumah saya," kata Louise.
Dari tetangga itulah Louise tahu penyebabnya, yakni kantong mayat-mayatan dekorasi halloween yang dibiarkannya tergeletak di pekarangan rumah. Alhasil, para tetangga yang khawatir jadi menelpon polisi.
Awalnya polisi masih curiga, tapi kemudian Louise menjelaskan bahwa kantung tersebut hanya berisi boneka. Ia kemudian bertanya-tanya, bagaimana orang menduga bahwa kantung dengan kaki sekecil tersebut berisi mayat.
" Mungkin saja (kakinya) sudah dipotong," kata polisi yang kemudian dibalas dengan nada sindiran oleh Louise, "Sudah cek tong sampah?" lalu dibalas lagi oleh para polisi, "haruskah kita (mengecek tong sampah)?".
Mengetahui isi kantong tersebut bukanlah mayat sungguhan, polisi kemudian meminta Louise untuk membuangnya.
Namun, ibu dua anak tersebut menolak dan mengatakan ingin menyimpannya untuk halloween tahun depan. Terlebih, disebut oleh Louise bahwa anaknya suka dengan mayat-mayatan itu.
" Anak saya yang berusia lima tahun berdiri, memberi tahu mereka (polisi) betapa dia sangat menyukai Halloween dan kami tidak mau membuang mayat-mayatan karena dia menyukainya," ujar Louise menutup berita viral tersebut.
Komentar
Posting Komentar