Presiden Jokowi Mengingatkan Seluruh Pihak Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa dan Bali

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar seluruh pihak tetap waspada khususnya di luar Pulau Jawa dan Bali. Sebab, daerah tersebut alami peningkatan kasus yang signifikan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat meninjau RSD Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Jumat (6/8).

"Kita sekarang ini sedang siaga, waspada penuh terjadi peningkatan di Bali dan luar Jawa ini di dua minggu lalu di Bali dan Luar Jawa 13.000 kasus kemarin sampai dengan menuju 16.000 kasus perhari dan ini sudah diwanti-wanti bapak Presiden untuk semuanya mewaspadai situasi ini," kata Moeldoko di RSD Wisma Atlet, Jakarta Pusat (6/8).

Dia mengatakan saat ini kondisi kasus Covid-19 sangat dinamis seperti balon. Sebab itu seluruh pihak harus waspada dan mengetahui pola musuh yang datang.

"Kondisi Covid ini dinamis, kalau kita mau melihat seperti balon, tekan di sini muncul di sana, muncul lagi di sini, muncul serangan baru, untuk itu pola-pola musuh seperti ini harus kita kenali dengan baik oleh kita semuanya," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui Ketua Bidang Information dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkapkan, zona merah dan oranye bertambah di wilayah luar Pulau Jawa dan Bali. Menurutnya, tren peningkatan kasus corona terjadi di luar Jawa-Bali.

"Kalau kita lihat zona risiko pekan ini, zona merah dan oranye semakin bertambah itu artinya saya melihat beberapa daerah terutama Kabupaten kota di wilayah Jawa dan Bali mengalami puncaknya kembali," katanya saat jumpa pers virtual, Rabu (28/7).

Menurutnya, puncak peningkatan kasus di bulan Juli ini lebih tinggi dibandingkan Januari lalu. Kemudian, tingkat kematian akibat Covid-19 juga sedang meningkat.

"Puncak di bulan ini lebih tinggi dibandingkan yang sudah pernah terjadi di bulan januari lalu, justru sekarang kayak jumlah kasus penambahan mingguannya sedang tinggi tingginya, jumlah kematiannya sedang tinggi tingginya," tuturnya.

Akhirnya, kata Dewi, banyak daerah masuk ke zona risiko tinggi dan zona risiko sedang. Dia mengingatkan seluruh pihak tidak lengah dan siap siaga.

"Jadi enggak ada kata lengah tetap semuanya harus siap siaga, kontribusi, kolaborasi, penegakan disiplin, keeping track of kepatuhan protokol kesehatan," katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasutri Keluarga TNI Tewas Usai Melompat Dari Ketinggian Lantai 6 di Hotel Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa Skala 7,4 M Mengguncang NTT, Warga Diminta Waspada Gempa Susulan

Kemendagri Menanggapi Dan Turun Langsung Bahas Permasalahan Warga Terkait Jalan Rusak di Kudus