Foto Terduga Pelaku Teror di Kediaman Orang Tua Aktivis Papua Veronica Tertangkap CCTV
Jakarta - Foto terduga pelaku teror di kediaman orangtua aktivis Papua, Veronica
Koman tertangkap layar dari rekaman CCTV yang dibagikan oleh penasihat
hukum Veronica, Michael Himan ke awak media.
Terkait video tersebut, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat belum
bisa memastikan dua orang yang berboncengan sepeda motor sebagai
terduga pelaku.
"Kami belum berani menyimpulkan. Yang jelas kan kalau kita tahu kan
dilempar ada 2 orang pelakunya menggunakan motor. Cuma kan nopol nya
palsu kemudian pake helm. Nah kita masih lidik ke situ,"kata Kasat
Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dui Harsono kepada
wartawan, Sabtu (13/11/2021).
Joko menerangkan, pihaknya masih mengusut kasus teror tersebut. Seperti
melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah
saksi. Totalnya, ada tujuh orang saksi yang telah dimintai keterangan.
"Kita juga mencari saksi-saksi yang lain yang mengetahui. Sekarang sudah tujuh orang saksi kita periksa,"ujar dia.
Joko menyebut, penyidik juga sedang mengumpulkan bukti rekaman CCTV.
Utamanya, yang menyorot aktivitas pelaku sebelum melakukan pelemparan
benda ke kediaman orangtua Veronika Koman yang sampai menimbulkan
ledakan. "Kita masih monitoring jejak CCTV,"ujar dia.
Joko juga menerangkan, bahwa sumber ledakan masih ditelusuri. Menurut
dia, temuan di lokasi kejadian saat ini sedang diteliti oleh Tim
Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri. "Labfor belum mengeluarkan (hasilnya),"ujar dia.
2 Terduga Pelaku Gunakan Electric Motor Matik
Sebelumnya, CCTV merekam dua orang yang mengendarai sepeda electric motor secara berboncengan berada di depan kediaman orangtua aktivis Papua, Veronica Koman. Kedua orang itu diindikasikan sebagai terduga pelaku teror yang melempar benda hingga menimbulkan ledakan.Penasihat hukum Veronica Koman, Michael Himan memberikan foto terduga pelaku ke awak media. Terlihat, terduga pelaku mengenakan helm berwarna hitam berboncengan dengan menggunakan sepeda motor matic.
Nampak salah satu di antara terduga pelaku mengenakan atribut salah satu perusahaan ojek berbasis aplikasi. Dijelaskan oleh Hilman, kedua orang itu patut diduga yang melempar suatu benda ke rumah orangtua kliennya.
"Memang benar kedua orang itu yang melakukan pelemparan diduga bom,"ujar dia saat dihubungi, Selasa, 9 November malam.
Menurutnya, benda yang dilemparkan itu adalah sejenis bom bukan petasan sebagaimana keterangan dari kepolisian. Keyakinan Hilman diperkuat dengan hal-hal yang ditemukan di lapangan. "Jadi gini logikanya. Petasan itu kalau dibungkus terus dibuang tanpa dibakar itu enggak mungkin,"ujar dia.
Komentar
Posting Komentar